BeritaJakarta BerketahananKliping

Tarif LRT Jabodebek Rp 12.000, Mahalkah?

JAKARTA, KOMPAS.com – Tarif Light Rail Transit (LRT) Jabodebek yang ditargetkan beroperasi pada Maret 2021 mendatang dipatok Rp 12.000. Transportasi berbasis rel ini akan melayani tiga relasi yaitu Cawang-Cibubur, Cawang-Kuningan-Dukuh Atas, dan Cawang-Bekasi Timur. Kehadirannya diharapkan dapat menjadi solusi mengatasi kemacetan, dengan berpindahnya masyarakat dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi umum.

Namun, dengan tarif yang sebesar ini, maukah masyarakat beralih? Menurut Ketua Institut Transportasi (Instran) Darmaningtyas, mahal-murahnya tarif suatu moda transportasi publik tergantung pada masyarakat itu sendiri. Bagi pengguna kendaraan roda empat, tarif tersebut dinilai cukup murah. “Karena kalau pakai mobil pribadi akan jauh lebih mahal (lewat tol),” kata Darmaningtyas dalam sebuah diskusi di Jakarta, Jumat (15/2/2019).

Untuk diketahui, tarif Tol Jakarta-Cikampek sebesar Rp 15.000. Sementara, tarif Tol Jagorawi sebesar Rp 6.500 dan tarif Tol Dalam Kota Jakarta Rp 9.500. Bila melakukan perjalanan dari Bekasi melalui dua ruas tol, yaitu Jakarta-Cikampek dan Dalam Kota, maka biaya yang harus dikeluarkan dalam sehari yakni Rp 49.000. Sementara, bila melakukan perjalanan dari Bogor, maka tarif yang harus dikeluarkan mencapai Rp 32.000.

Biaya tersebut belum termasuk bahan bakar minyak (BBM) yang harus dikeluarkan sehari-hari. Sementara, bagi pengguna kendaraan roda dua, tergantung dari ketersediaan lahan parkir di stasiun paling awal. Semakin banyak lahan parkir yang ada, tentu akan mampu menarik minat masyarakat untuk beralih moda transportasi. “Supaya orang-orang dari Bekasi timur bisa naik sepeda atau motor. Kalo itu tersedia,” cetus Darmaningtyas.

Artikel ini telah dipublikasikan di https://properti.kompas.com/read/2019/02/15/153000021/tarif-lrt-jabodebek-rp-12.000-mahalkah-

Oleh: Dani Prabowo, Kompas

Show More

Related Articles

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com