BeritaJakarta BerketahananKegiatan

Pertemuan dengan MUI LPLH SDA dan ICLEI Indonesia

Membahas potensi kolaborasi antara MUI LPLH SDA dengan program Jakarta Berketahanan dan Ambitious City Promises.

Jakarta, 9 Januari 2019

Tim Sekretariat Jakarta Berketahanan melaksanakan pertemuan yang dipimpin langsung oleh Deputi Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup selaku Koordinator Ketahanan Kota/Chief Resilience Officer (CRO) Jakarta Berketahanan; dan dihadiri oleh Majelis Ulama Indonesia Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (MUI LPLH SDA), serta ICLEI Indonesia. Pertemuan tersebut bertujuan untuk membahas potensi kolaborasi antara MUI LPLH SDA dengan program Jakarta Berketahanan dan Ambitious City Promises.

Pada awal pertemuan, dibahas bahwa DKI Jakarta tengah mengalami berbagai permasalahan, salah satunya berkaitan dengan pemanfaatan air. Kemudian, sebagai tanggapan, MUI menjabarkan beberapa poin sebagai berikut:

  1. Majelis Ulama Indonesia telah memiliki program terkait sanitasi, pelestarian, dan energi seperti: ecoMasjid, yang memiliki komponen ramah lingkungan seperti keran hemat air dan pemanfaatan listrik surya dan biogas; embung desa, pemanen air hujan, Dai Sanitasi, penyusunan modul khutbah terkait lingkungan hidup, dan penyusunan buku sanitasi
  2. Majelis Ulama Indonesia telah bekerja sama dan berkolaborasi dengan Bappenas, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan Badan AmIl Zakat Infaq dan Shadaqah (BAZIS).
  3. MUI telah mengeluarkan beberapa Fatwa terkait Lingkungan Hidup, antara lain: Fatwa Majelis Ulama Indonesia nomor 22 tahun 2011 tentang Pertambangan Ramah Lingkungan; Fatwa Majelis Ulama Indonesia nomor 41 tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah Untuk Mencegah Kerusakan Lingkungan; dan Fatwa Majelis Ulama Indonesia nomor 04 tahun 2014 tentang Pelestarian Satwa Langka Untuk Menjaga Keseimbangan Ekosistem.

Pemaparan tersebut kemudian ditanggapi oleh Sekretariat Jakarta Berketahanan, bahwa program-program yang disebutkan oleh MUI LPLH SDA memiliki potensi kolaborasi untuk mendukung Pilar Sehat dalam Strategi Ketahanan Kota Jakarta, yang bersesuaian dengan 60 KSD Pemprov DKI jakarta, nomor 21 dan 22. Senada dengan itu, perwakilan ICLEI juga turut menanggapi bahwa program tersebut memiliki potensi kolaborasi dalam mewujudkan Ambitious City Promises yang salah satu fokusnya berkaitan dengan energi. Kehadiran MUI LPLH SDA sebagai elemen pemuka agama dianggap dapat memberikan peluang untuk mengakselerasi implementasi program tersebut.

Berdasarkan hasil peretmuan, Deputi Gubernur Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup mendorong untuk terjadinya kolaborasi antara Jakarta Berketahanan, ICLEI, dan MUI LPLH SDA dalam mewujudkan program konservasi lingkungan, seperti program penyadaran lingkungan hidup pada tingkat sekolah. Selain itu, Deputi Gubernur Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup mengutarakan bahwa kolaborasi tersebut akan lebih optimal apabila melibatkan berbagai pemangku kepentingan; utamanya kelompok keagamaan, pemuda, dan sektor bisnis.

Tautan unduhan materi:

  1. Pamflet ecoMasjid
  2. Buku ecoMasjid: Dari Masjid Makmurkan Bumi

Show More

Related Articles