BeritaJakarta BerketahananKegiatan

Menghadiri Forum Energi Provinsi DKI Jakarta

Jakarta, 19  Desember 2018

Pada tanggal 19 Desember 2018 Pemprov DKI Jakarta yang diwakili oleh Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup selaku Koordinator Ketahanan Kota/Chief Resilience Officer (CRO) Jakarta Berketahanan mengadakan Forum Energi Perdana Provinsi DKI Jakarta.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan yang terdiri dari aspek Pemerintah, Perwakilan Duta Besar Negara Lain, Swasta, Asosiasi, Kelompok Masyarakat, dan Akademisi. Forum ini bertujuan untuk membahas perkembangan, masukan, saran dan hal-hal baru yang berkaitan dengan pengurangan konsumsi energi dan pemanfaatan energi terbarukan.

Agenda Forum Perdana ini berupa: (i) Pengembangan Energi Terbarukan di Jakarta (dipaparkan oleh PT. PLN Distribusi Jakarta Raya); (ii) Implementasi Energi Terbarukan dan Konservasi Energi di Jakarta (dipaparkan oleh DPE Provinsi DKI Jakarta); dan (iii) Peningkatan Peran Warga dalam Mendukung Pengembangan Efisiensi Energi dan Energi Terbarukan (dipaparkan oleh ICLEI).

Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup selaku CRO Jakarta Berketahanan membuka pertemuan dengan menjelaskan bahwa Forum Energi ini merupakan forum berkala untuk meningkatkan kapasitas dari berbagai pemangku kepentingan dalam pengarusutamaan konsumsi energi terbarukan dan pengurangan konsumsi energi di Jakarta.

Forum Energi ini juga merupakan upaya DKI Jakarta untuk menjadi pusat pembelajaran (center of excellence) dalam pemanfaatan energi terbarukan sekaligus pengurangan konsumsi energi bagi wilayah lain di Indonesia dan bahkan dunia internasional. Dengan adanya forum energi ini, diharapkan para pemangku kepentingan (khususnya sektor swasta), akan mulai memberikan perhatian dan dukungannya dalam pengurangan konsumsi energi dan pemanfaatan energi terbarukan di Jakarta.

Adapun, poin penting dari forum Energi ini berupa:

  1. Paparan dari PT. PLN Distribusi Jakarta Raya terkait Pengembangan Energi Terbarukan di Jakarta
    • Konsumsi energi sangat terkait erat dengan polusi udara yang terjadi di suatu kota.
    • Jumlah pelanggan PLN Jakarta: 4.374.003 dengan mayoritas berupa pelanggan rumah tangga. Daya listrik tersambung 18.465 MVA, Energi Terjual 19,98 MWh, Pendapatan 37,818 Miliar. Pajak perbulan yang dibayarkan oleh PT. PLN Distribusi Jakarta Raya kepada Pemprov DKI Jakarta berjumlah Rp. 77,4 Miliar. Konsumsi energi kota Jakarta adalah 3000 KWh per kapita.
    • Sumber energi di Indonesia masih mayoritas (72.17%) berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Batubara (PLTB) karena pengolahanya yang murah sehingga bisa dinikmati oleh masyarakat secara murah.
    • PLN Distribusi Jakarta Raya juga menaruh perhatian lebih dalam pengarusutamaan konsumsi energi ramah lingkungan dengan mengupayakan penggunaan Power Bank untuk menggantikan penggunaan Generator Set (GenSet).
    • PLN Distribusi Jakarta Raya juga fokus dalam pelestarian lingkungan dalam program Corporate Social Responsibilities (CSR) yang bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta dalam berbagai bidang, seperti: air dan sanitasi, hidroponik, bank sampah, pengumpulan sampah elektronik, dan pengurangan sampah plastik.
    • Meskipun begitu, PT. PLN Distribusi Jakarta Raya masih mengalami kendala berupa pencurian listrik sebanyak 4% di setiap harinya.
  2. Paparan dari DPE Provinsi DKI Jakarta terkait Implementasi Energi Terbarukan dan Konservasi Energi di Jakarta
    • Pemprov DKI Jakarta merencanakan untuk menggunakan energi dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 20MW di tahun 2025 dan 80MW di tahun 2050 dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, khususnya pihak swata dan masyarakat.
    • Potensi pemanfaatan energi terbarukan terbesar yang ada di DKI Jakarta adalah pemanfaatan energi surya, dan energi angin di Kep. Seribu.
    • DPE Provinsi DKI Jakarta telah memulai pengarusutamaan penggunaan energi listrik tenaga surya berupa penyediaan charging station untuk motor listrik dan ponsel genggam di 20 lokasi di DKI Jakarta.
    • Energi surya juga menjadi energi terbarukan yang masih mendjai perhatian utama bagi DPE Provinsi DKI Jakarta dengan fokus untuk pengarusutamaan Rooftop Photovoltaic (PV) dan PLTS Terpusat di Pulau Sebira.
    • DPE Provinsi DKI Jakarta juga telah mengupayakan konsumsi energi baru terbarukan dengan penggantian lampu Penerangan Jalan umum (PJU) menjadi LED sebanyak 171.500 titik lampu serta penggantian bahan bakar taksi dan bajaj dengan menggunaan Bahan Bakar Gas (BBG).
  3. Paparan dari ICLEI terkait Peningkatan Peran Warga dalam Mendukung Pengembangan Efisiensi Energi dan Energi Terbarukan
    • Indonesia telah ikut serta dalam komitmen Kesepakatan Paris yang dicapai pada UNFCCC Conference of the Parties (COP 21) pada Desember 2015 dan memandatkan disusunnya Intended Nationally Determined Contributions (INDCs). Secara Nasional, Sebagaimana tercantum dalam dokument Nationally Determined Contributions (NDC) Indonesia, pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk mengurangi emisi GRK sebesar 29% dari BAU (Business as Usual) pada 2030 dan 41% dengan dukungan internasional. Secara operasional upaya pencapaian target tersebut melibatkan para pemangku kepentingan strategis, diantaranya pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.
    • Pemprov DKI Jakarta juga telah berkomitmen untuk untuk mengurangi konsumsi air dan energi serta emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 30% pada tahun 2030 mendatang.
    • Untuk mewujudkan komitmen tersebut, telah ditemukenali bahwa terdapat potensi pengurangan konsumsi energi dari aspek bangunan gedung, perumahan, serta transportasi untuk mendukung pengurangan emisi GRK.
    • Untuk itu perlu peran serta seluruh pemangku kepentingan sehingga peningkatan kesadaran para pemangku kepentingan menjadi suatu hal yang harus dilakukan.
    • Hal ini turut didukung dengan target DKI Jakarta untuk meningkatkan jumlah pengguna transportasi publik 38%; mengurangi konsumsi energi sebesar 10% pada tahun 2020; dan mengurangi produksi dan timbulan sampah sebesar 20% pada tahun 2020.

Selain itu, terdapat beberapa poin penting dari diskusi yang terjadi di dalam forum berupa:

  • Pengarusutamaan konsumsi energi terbarukan di Jakarta masih terkendala dengan masalah lahan yang harus digunakan oleh PT. PLN Distribusi Jakarta Raya dalam mendistribusikan listrik (penggunaan lahan untuk gardu listrik dan komponen kelistrikan lainnya).
  • Perlunya pengarusutamaan penggunaan energi tenaga surya di gedung milik pemerrintah dengan penguatan regulasi dan kebijakan. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran pemangku kepentingan terkait pengarusutamaan penggunaan energi tenaga surya.

Upaya pengarusutamaan konsumsi energi terbarukan dan pengurangan konsumsi energi di Jakarta juga selaras dengan Visi Jakarta SIAP dan SINERGIS dalam Strategi Ketahanan Kota Jakarta untuk mewujudkan Jakarta yang lebih berketahanan dari aspek energi.

Materi Paparan Forum Energi DKI Jakarta:

  1. Pengembangan Energi Terbarukan di Jakarta, Paparan dari PT. PLN Distribusi Jakarta Raya, Link: 1. Forum Energi PLN UIDisjaya
  2. Implementasi Energi Terbarukan dan Konservasi Energi di Jakarta, Paparan dari DPE Provinsi DKI Jakarta, Link: 2. PEMAPARAN DPE – Implementasi EBT dan Konservasi Energi di DKI Jakarta
  3. Peningkatan Peran Warga dalam Mendukung Pengembangan Efisiensi Energi dan Energi Terbarukan Paparan dari ICLEI, Link: 3. PEMAPARAN ICLEI – Presentasi Forum Energi_DKI Jakarta
Show More

Related Articles