BeritaJakarta BerketahananKegiatan

Partisipasi dalam Urban Social Forum 2018 di Solo

Sekretariat Jakarta Berketahanan menjadi Pembicara dalam Lokakarya Lensa Ketahanan pada Urban Social Forum

 

 

 

 

 

 

 

Jakarta, 17 Desember 2018

Sekretariat Jakarta Berketahanan berpartisipasi dalam Urban Social Forum 2018 yang diselenggarakan di Solo pada tanggal 15-16 Desember 2018. Urban Social Forum (USF) adalah kegiatan tahunan yang bertujuan untuk memberikan ruang dan kesempatan untuk aktor sosial dan organisasi masyarakat sipil dari seluruh Indonesia untuk terhubung dan berjejaring dengan sesama penggerak isu perkotaan. Kegiatan USF 2018 mengusung slogan ‘Another City is Possible’ dengan maksud mendukung gagasan akar rumput tentang pembangunan perkotaan yang berlandaskan pada prinsip keadilan sosial, inklusi, dan partisipasi warga.

 

 

 

 

 

 

 

 

Kegiatan USF 2018 terdiri dari panel diskusi dan lokakarya yang mengangkat berbagai tema perkotaan. Kegiatan tersebut juga dimeriahkan dengan inisiatif komunitas berupa kreativitas seni dan kewargaan yang memberi ruang untuk mengekspresikan kehidupan perkotaan yang lebih manusiawi. USF mengedepankan prinsip-prinsip kolaborasi dan kerja sama antar organisasi, penyedia ruang, ekosistem kreatif kota, dan warga kota Solo.

 

 

 

 

 

 

 

Tim Sekretariat Jakarta Berketahanan, yaitu Deputi Gubernur Provinsi DKI Jakarta bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup selaku Chief Resilience Officer (CRO) dan Program Manager Sekretariat Jakarta Berketahanan menjadi pembicara dalam Lokakarya Lensa Ketahanan yang difasilitasi oleh 100 Resilient Cities (100RC) Asia Pacific. Dalam lokakarya tersebut, Sekretariat Jakarta Berketahanan bersama dengan 2 (dua) anggota 100RC lainnya, yaitu Semarang Tangguh dan Malaka Berdaya Tahan, berbagi pengalaman dalam upaya mewujudkan Jakarta Berketahanan.

Sesi paparan pada Lokakarya Lensa Ketahanan kemudian dilanjutkan dengan sesi kerja kelompok. Peserta lokakarya yang mayoritas adalah mahasiswa, dibagi ke dalam 3 (tiga) kelompok, yaitu kelompok Jakarta, Semarang, dan Malaka. Masing-masing kelompok kota mendiskusikan masukan terkait dengan studi kasus yang diusung. Jakarta, dalam hal ini, mengusung kegiatan Pertanian Perkotaan sebagai studi kasus.

 

 

 

 

 

 

Dari sesi kerja bersama peserta lokakarya, Sekretariat Jakarta Berketahanan mendapatkan beberapa masukan dan gagasan untuk optimalisasi Pertanian Perkotaan di DKI Jakarta, yaitu: (1) menciptakan kebutuhan/demand terhadap hasil panen Pertanian Perkotaan dengan menciptakan sistem pemasaran hasil panen menggunakan e-commerce; (2) menginisiasi koperasi komunitas Pertanian Perkotaan untuk mendukung kesejahteraan penggiat Pertanian Perkotaan; dan (3) menstimulasi gagasan dan inovasi teknologi Pertanian Perkotaan yang menyesuaikan dengan kondisi ruang dan dapat mengoptimalkan hasil Pertanian Perkotaan.

Materi Paparan pada Urban Social Forum 2018, di Solo (15-16 Desember 2018):

  1. Lokakarya: Melihat dengan Lensa Ketahanan, Paparan Panduan Lokakarya 100RC pada Urban Social Forum 2018 di Solo, 16 Desember 2018, Link: USF – Intro Urban Resilience – INA – For Public
  2. Program Jakarta Berketahanan, Paparan Sekretariat Jakarta Berketahanan pada Urban Social Forum 2018 di Solo, 16 Desember 2018, Link: Program Jakarta Berketahanan – USF

 

 

Show More

Related Articles