BeritaJakarta BerketahananKegiatan

Pertemuan dengan Plan International Indonesia terkait Potensi Kolaborasi untuk Mewujudkan Jakarta Berketahanan

Jakarta, 14  Desember 2018

Pada tanggal 14 Desember 2018 Sekretariat  Jakarta Berketahanan menerima audiensi dari Plan International Indonesia. Audiensi ini bertujuan untuk membahas potensi kolaborasi antara Sekretariat Jakarta Berketahanan dan Plan International Indonesia dalam Progam “Youth in Action for Urban Resilince” yang telah berjalan selama 4 (empat) tahun.

Terkait dengan program tersebut, Plan International Indonesia menjelaskan bahwa terdapat potensi kolaborasi dalam beberapa hal berupa:

  1. Penguatan aspek eco-enterpreneurship di kelurahan
  2. Pengembangan Sistem Peringatan Dini Kelurahan/Smart Local Early Warning System (EWS)
  3. Pelatihan Penanganan dan Antisipasi Kebakaran
  4. Pelatihan dan fasilitasi pemuda/pemudi untuk terlibat dalam proses Musrenbang sekaligus pelatihan mengenai kesetaraan gender dan inklusi
  5. Kegiatan Siaga Bencana Jakarta (SiBaJa) di 4 (empat) Kelurahan dampingan
  6. Pelatihan Bank Sampah (Kel. Pinangsia dan Kel. Krendang) dan Pelatihan hidroponik (Kel. Duri Utara dan Kel Klender)

Plan International Indonesia turut menjelaskan bahwa terdapat potensi kolaborasi terkait pengembangan monitoring tools sekaligus peningkatan kapasitas bagi para pemangku kepentingan terkait implementasi Child Centered Urban Resilience Framework (CCCURF). Sekretariat Jakarta Berketahanan juga diminta untuk memaparkan hasil dari Cross Learning Visit terkait Progam “Youth in Action for Urban Resilince” di Seoul, Korea Selatan di bulan Maret 2018 lalu.

Jika kolaborasi ini dapat direalisasikan, hal ini juga akan selaras dengan Visi Jakarta SIAP dan SINERGIS sekaligus melengkapi Strategi Ketahanan Kota Jakarta untuk mewujudkan Jakarta yang lebih berketahanan dari aspek anak, pemuda/pemudi, dan gender equality and social inclusion (GESI).

Show More

Related Articles