BeritaJakarta BerketahananKegiatan

Konsultasi Publik Draft Nol Strategi Ketahanan Kota Jakarta

Validasi untuk Memastikan Strategi Ketahanan Kota agar lebih komprehensif dan tepat guna bagi seluruh pemangku kepentingan Jakarta

Jakarta, 28 November 2018.

Sekretariat Jakarta Berketahanan, bekerja sama dengan Kedeputian Gubernur DKI Jakarta Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup selaku Koordinator Ketahanan Kota/Chief Resilience Officer (CRO) Jakarta Berketahanan, melaksanakan “Konsultasi Publik Draft Nol Strategi Ketahanan Kota Jakarta” yang diadakan di Gedung Balaikota Blok G Lt 23. Kegiatan ini juga dilaksanakan untuk peluncuran/launching Draft Nol Strategi Ketahanan Kota yang kemudian akan divalidasi oleh berbagai pemangku kepentingan untuk menyempurnakan strategi ketahanan kota tersebut.

Suasana Kegiatan Peluncuran dan Konsultasi Publik Draft Nol Strategi Ketahanan Kota Jakarta

Strategi Ketahanan Kota Jakarta disusun dengan tujuan untuk mendukung perwujudan Jakarta dan daerah metropolitan penunjangnya (Jabodetabek) sebagai kawasan perkotaan yang berketahanan. Dengan menjadi wilayah berketahanan, Metropolitan Jakarta akan siap dalam menghadapi tekanan (stresses) dan guncangan (shocks) yang dialami, serta mampu beradaptasi pada dinamika kehidupan perkotaan yang terjadi, dengan tentunya mempertimbangkan kapasitas sumber daya dan posisi strategis Jakarta sebagai metropolitan dan ibukota negara Indonesia.

Adapun terdapat 4 (empat) tujuan rinci dari penyusunan Strategi Ketahanan Jakarta ini, yaitu:

  • Jakarta sebagai Pusat Pembelajaran (Centre of Excellence) Kota Berketahanan
  • Strategi Ketahanan Kota Jakarta Berbasis Isu
  • Strategi Ketahanan Kota Jakarta sebagai Ruang untuk Berkolaborasi
  • Strategi Ketahanan Kota Jakarta sebagai Masukan bagi Perencanaan Kota
Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup selaku Koordinator Ketahanan Kota/Chief Resilience Officer (CRO) Jakarta Berketahanan melakukan Wawancara dengan Jurnalis terkait Peluncuran dan Konsultasi Publik Draft Nol Strategi Ketahanan Kota Jakarta

Penyusunan Strategi Ketahanan Kota Jakarta ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tahap II Program Jakarta Berketahanan. Sebelum penyusunan strategi ini, Sekretariat Jakarta Berketahanan bersama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang berambisi untuk mewujudkan Jakarta sebagai Kota 4.0 (kota yang menempatkan pemerintah sebagai kolaborator dan masyarakat sebagai ko-kreator) melakukan pendekatan kolaboratif turut merangkul berbagai pemangku kepentingan (mencakup unsur Pemerintah Pusat, Pemprov DKI, akademisi, asosiasi, organisasi masyarakat, perkumpulan masyarakat, swasta dan organisasi keagamaan) dalam menyelesaikan Tahap I Program Jakarta Berketahanan dan berhasil menemukenali tantangan utama ketahanan kota Jakarta 5 (lima) Fokus Utama Ketahanan Kota Jakarta, yaitu:

  1. Meningkatkan kapasitas tata kelola pemerintahan dan manajemen kota;
  2. Membangun budaya siap siaga untuk menghadapi berbagai guncangan;
  3. Meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan melalui tata kelola air bersih, air limbah, dan sampah dengan lebih baik;
  4. Meningkatkan mobilitas dan konektivitas warga Jakarta;
  5. Memelihara kohesi sosial warga Jakarta.

Kemudian disadari bahwa Fokus Utama 1 dan 5 merupakan isu yang cross-cutting atau melekat /berada di ketiga fokus utama lainnya. Berangkat dari kondisi tersebut, akhirnya ditemukenali 3 (tiga) pilar Ketahanan Kota Jakarta, yaitu SIAP, SEHAT dan SINERGI. SIAP dalam menghadapi segala tekanan dan guncangan, SEHAT melalui perwujudan akses layanan dasar yang layak dan terjangkau, serta SINERGIS dalam mendukung keterpaduan tata kelola kota.

Pilar 1: JAKARTA SIAP

Jakarta Siap merupakan suatu bentuk komitmen untuk mewujudkan masyarakat di DKI Jakarta yang siap siaga terhadap berbagai tekanan dan guncangan yang dihadapi, termasuk risiko terhadap bencana dan dampak dari perubahan iklim. Jakarta yang siap dapat terlihat dari kapasitas yang memadai dari semua pemangku kepentingan, baik itu pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam menghadapi berbagai tekanan dan guncangan. Jakarta yang siap juga mengindikasikan bahwa perencanaan infrastruktur kota yang siap dan tahan terhadap bencana, termasuk layanan dasar masyarakat serta sistem transportasi.

Pilar 2: JAKARTA SEHAT

Jakarta Sehat merupakan serangkaian upaya untuk menciptakan kondisi masyarakat dan lingkungan perkotaan yang sehat dengan menjamin akses terhadap pelayanan air bersih, air limbah, dan pengelolaan persampahan yang berkelanjutan bagi semua. Jakarta yang sehat juga mampu menjamin dan meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat dengan menyediakan layanan dasar yang mampu dijangkau oleh semua, sehingga setiap penduduk memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Upaya perwujudan Jakarta yang sehat juga sejalan dengan langkah-langkah untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana melalui pemahaman yang mendalam mengenai ancaman bencana hidrologis di Jakarta. Masyarakat Jakarta yang sehat juga akan mendorong mobilitas masyarakat dengan transportasi umum menjadi lebih mudah.

Pilar 3: JAKARTA SINERGIS

Jakarta Sinergis merupakan suatu bentuk komitmen untuk mewujudkan sistem transportasi di Jakarta yang lebih terpadu dan memiliki akses yang setara bagi semua, termasuk bagi kelompok penduduk rentan. Jakarta yang bersinergi diharapkan mampu meningkatkan mobilitas penduduk kota dalam menjalankan aktivitas sehari-harinya serta meningkatkan produktivitasnya. Sinergitas di Jakarta sangat diperlukan untuk membangun budaya kesiapsiagaan terhadap bencana, terutama kerja sama dan koordinasi lintas sektor dan lintas wilayah administrasi. Selain itu, Jakarta yang sinergis juga mendukung pencapaian kualitas kesehatan masyarakat yang lebih baik dengan mendukung orang lebih aktif berjalan kaki.

Strategi Ketahanan Kota ini juga menampilkan Kegiatan/Proyek Prioritas yang perlu dilakukan oleh Jakarta untuk menjadi lebih SIAP, SEHAT, dan SINERGIS. Kegiatan/Proyek Prioritas ini dirumuskan melalui pendekatan kolaboratif dalam rangkaian lokakarya dan sesi kerja yang hasilnya dianalisis melalui perangkat Opportunity Assessment Tools (OAT) dan kemudian diprioritaskan kembali dengan memastikan bahwa Kegiatan/Proyek Prioritas ini harus memiliki 3 (tiga) karakteristik berupa: (i) Program mampu meningkatkan kesadaran para pemangku kepentingan terkait; (ii) Program mampu menguatkan aspek tata kelola; (iii) Bertujuan untuk integrasi infrastruktur.

Hasilnya adalah 4 (empat) Kegiatan/Proyek Eksisting Prioritas yang sedang dan/atau akan dilangsungkan oleh Pemprov DKI Jakarta, yaitu:

  1. Pelaksanaan Analisis Ketahanan Pangan dan Pemetaan Rantai Pasok dan Jaringan Distribusi Pangan
  2. Pengembangan Sistem Data Informasi Geologi dan Air Tanah
  3. Pengembangan Infrastruktur Jakarta Smart City
  4. Kegiatan Pengembangan Transit Oriented Development (TOD) DKI Jakarta

Selain itu, terdapat pula 2 (dua) Usulan Kegiatan/Proyek Prioritas yang perlu segera dilaksanakan untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota berketahanan yang SIAP, SEHAT, dan SINERGIS, yaitu:

  1. Pengembangan smart city dan e-governance (KSD 43) untuk:
    • Memberikan informasi terkait risiko bencana
    • Mengembangkan database risiko guncangan DKI Jakarta
    • Menyusun dan mengimplementasikan Standard Operational Procedures (SOP) Penanggulangan Bencana
    • Implementasi dashboard dan platform untuk respon terhadap guncangan
    • Pengembangan aplikasi monitoring layanan dasar terkait air bersih, air limbah, dan persampahan
    • Monitoring konektivitas DKI Jakarta
  2. Menyusun dan Mengoptimalkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang mempertimbangkan:
    • Risiko bencana dan penguatan infrastruktur tanggap bencana
    • Penguatan layanan dasar terkait air bersih, air limbah, dan persampahan
    • Integrasi dengan Transit Oriented Development (TOD) (KSD 28)
Kegiatan Diskusi Kelompok 1: Jakarta SIAP
Kegiatan Diskusi dari Kelompok 2: Jakarta SEHAT

Dalam konsultasi publik ini juga mengemuka beberapa masukan dari pemangku kepentingan berupa:

  1. Terkait Ketahanan Pangan:
    • Perlunya Pertanian kota dengan memanfaatkan fasos fasum
    • Perlunya penerapan dan pemerataan inovasi teknologi pangan
    • Perlunya digitalisasi pasar agar tak kalah dengan toko online
  2. Terkait Sistem Data Informasi:
    • Perlunya pembuatan Bank Data
    • Integrasi berbagai inisiatif berbasis masyarakat seperti “Open Street Map” ke dalam Pusdatin Jakarta
    • Perlunya platform sistem informasi dan mudah diakses sampai level keluarga untuk early warning system
    • Peningkatan pemetaan secara spasial terkait cakupan layanan dasar yang di-update secara berkala
  3. Terkait pengembangan infrastruktur Jakarta Smart City:
    • Perlunya Data yang update dan bisa diolah warga
    • Perlunya Assessment terhadap infrastruktur: zona Gedung bertingkat tahan guncangan, near real-time shut down system, SOP drill kebencanaan gedung bertingkat
    • Tidak hanya terintegrasi secara jalur tapi juga secara sistem (payment, apps, dll)
    • Pengelolaan data secara maksimum sehingga dapat mengakomodir kebutuhan masyarakat
  4. Terkait pengembangan TOD:
    • Penyusunan sistem TOD yang terkait dengan sistem kesiapsiagaan atas guncangan dan tekanan (jalur evakuasi)
    • Perlunya pilot project dan rekognisi/pengakuan/apresiasi terhadap pelaku bangunan Gedung hijau
    • Perlu juga mewadahi ojek online, taksi online serta pedagang kaki lima dan khusus untuk penyandang disabilitas (berkebutuhan khusus)
    • Perlunya TOD yang membuat warga memilih naik transportasi publik (dari pada mobil atau motor pribadi)

Link terkait Strategi Ketahanan Kota Jakarta:

  1. 3 (tiga) Pilar Jakarta Berketahanan, Link: Pilar Jakarta Berketahanan
  2. Infografis Pilar Jakarta Berketahanan, Link: Infografis Jakarta Siap, Sehat, Sinergis
  3. Sekilas mengenai Draft Nol Strategi Ketahanan Kota Jakarta, Link: http://jakberketahanan.org/2018/11/27/jakarta-siap-sehat-dan-sinergis-untuk-jakarta-yang-berketahanan/
  4. Draft Nol Strategi Jakarta Berketahanan, Link:
  5. Paparan Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup selaku Koordinator Ketahanan Kota/Chief Resilience Officer (CRO) Jakarta Berketahanan, Link: Paparan Peluncuran Draft Nol Strategi Ketahanan Kota-OM
  6. Press Release Peluncuran dan Konsultasi Publik Draft Nol Strategi Ketahanan Kota Jakarta, Link: http://jakberketahanan.org/2018/11/28/press-release-peluncuran-dan-konsultasi-publik-draft-nol-strategi-ketahanan-kota-jakarta/

Show More

Related Articles

WP Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com