BeritaJakarta BerketahananKegiatan

Mendampingi CRO dalam Menerima Kunjungan dari Pemerintah Myanmar dan Cordaid Myanmar

Jakarta, 21 November 2018.

Pemerintah Myanmar (City Development Council) dan Cordaid Myanmar mengadakan kunjungan ke Pemerintah Provinsi KDI Jakarta untuk belajar mengenai upaya Jakarta untuk menjadi Kota Berketahanan. Seperti diketahui, Jakarta bergabung menjadi anggota 100 Resilient Cities (100RC) atau 100 Kota Berketahanan pada bulan Mei 2016. Upaya tersebut kemudian juga dilengkapi dengan pemahaman yang mendalam mengenai berbagai tantangan pembangunan yang berdampak pada ketahanan Jakarta serta strategi yang dibutuhkan untuk menuju Jakarta yang lebih berketahanan. Dalam prosesnya sejak tahun 2016, 100RC bekerja sama dengan Sekretariat Jakarta Berketahanan yang berada di bawah koordinasi Deputi Gubernur Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup menjalankan Tahap I Program Jakarta Berketahanan yang meliputi berbagai proses untuk menemukenali tantangan pembangunan untuk mewujudkan Jakarta yang lebih berketahanan.

Kunjungan diterima oleh Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup selaku Koordinator Ketahanan Kota/Chief Resilience Officer (CRO) Jakarta Berketahanan yang didampingi oleh Tim Sekretariat Jakarta Berketahanan, Acara kunjungan ini turut dihadiri oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta; Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) Provinsi DKI Jakarta; DInas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta; dan Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP) Provinsi DKI Jakarta, serta KARINA – Caritas Indonesia.

Dalam pertemuan ini Pemerintah Myanmar (City Development Council) dan Cordaid Myanmar menjelaskan beberapa hal mengenai upaya Myanmar untuk menjadi berketahanan/resilient, yaitu:

  • Dengan jumlah penduduk sebanyak 60 juta jiwa, Myanmar telah memulai usahanya untuk menjadi berketahanan dan mampu menghadapi berbagai ancaman yang mungkin akan dialami oleh Myanmar sejak tahun 2017.
  • Upaya tersebut dilakukan dengan misi berupa: (i) Mengurangi kerentanan (vulnerabilities); (ii) meningkatkan ketahanan (resilience); dan (iii) dan mengarusutamakan upaya tersebut melalui advokasi.
  • Dalam upaya tersebut, Pemerintah Myanmar mendapat dukungan dari Lembaga Cordaid Myanmar dalam menyukseskan misi tersebut.
  • Saat ini, Myanmar telah melakukan penilaian/assessment terhadap kondisi ketahanan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Meskipun begitu, keterlibatan pemangku kepentingan dari pemerintah dan sektor swasta masih dirasa belum optimal dalam penilaian tersebut.
  • Hasil dari penilaian/assessment ketahanan Myanmar ini menggambarkan bahwa Myanmar masih rentan terhadap guncangan/shocks berupa banjir dan tekanan/stresses berupa kondisi permukiman kumuh/slums.
  • Selain itu, Myanmar telah memiliki pemetaan risiko/risk mapping terkait ketahanan yang menemukenali bahwa masih terdapat beberapa isu utama di Myanmar berupa: (i) Penyediaan Air Bersih; (ii) Peningkatan Kualitas Kesehatan; dan (iii) Pengendalian Banjir.

Acara dilanjutkan dengan sesi diskusi dan kunjungan Pemerintah Myanmar (City Development Council) dan Cordaid Myanmar ke Jakarta Smart City Lounge untuk mengetahui konsep Smart City yang ada di Jakarta. Dalam kegiatan tersebut terdapat beberapa hal penting yang dapat dipelajari seperti:

  • Pengembangan teknologi Smart City di Jakarta ini bisa dikembangkan sebagai sarana pengambilan keputusan pimpinan daerah serta kegiatan pengawasan seluruh kegiatan yang ada di Kota Jakarta dengan sistem teknologi yang canggih, sehingga lebih efektif dan efisien;
  • Smart City dapat menjadi salah satu komponen penting dalam membangun ketahanan Kota Jakarta;
  • Terdapat beberapa hal yang perlu diketahui masyarakat terkait dengan Jakarta Smart City, seperti adanya beberapa situs penting yang dapat digunakan dan dimonitor secara umum (terbuka untuk publik) sebagai salah satu informasi terkait dengan fasilitas-fasilitas maupun kegiatan di Kota Jakarta;
  • Terdapat sistem pengawasan seperti CCTV dan Smart LED Mapping yang dapat membantu dalam pengembangan kota dengan bantuan teknologi.

Pemerintah Myanmar (City Development Council) dan Cordaid Myanmar akan mempertimbangkan potensi kerja sama antara Myanmar dan Pemprov DKI Jakarta terkait upaya perwujudan kota berketahanan.

Materi:

  1. Urban Resilience in Hlaing Tharyar Yangon Region, Myanmar – Paparan Cordaid Myanmar; Link: Urban Resilience Project in Hlaing Tharyar – Myanmar
  2. Resilient Jakarta: Resilient City Strategy and Grand Designs for Jakarta – Paparan Sekretariat Jakarta Berketahanan; Link:20181121_Resilient Jakarta – City Resilience Strategy and Grand Designs for Jakarta_Cordaid Myanmar Visit

Dokumentasi kegiatan:

Link: https://www.facebook.com/KarinaYogyakarta/videos/185168732432638/

Show More

Related Articles