BeritaJakarta BerketahananKegiatan

Kunjungan mahasiswa School of Social Science, Transnational and Interdisciplinary Studies in Social Innovation Program, Waseda University

Jakarta, 6 Agustus 2018

Tim Jakarta Berketahanan mengikuti pertemuan terkait kunjungan dari mahasiswa School of Social Sciences, Transnational and Interdiciplinary Studies in Social Innovation Programm, Waseda University, Jepang bertempat di Ruang Rapat II Deputi Gubernur. Pertemuan dipimpin oleh Deputi Gubernur bidang Tata Ruang dan Lingkungan HidupCRO Jakarta Berketahanan dan dihadiri oleh perwakilan Ikatan Ahli Perencanaan DKI Jakarta, perwakilan Sekretariat Jakarta Berketahanan, perwakilan Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP),  perwakilan BAPPEDA, dan perwakilan Plan International. Tujuan pertemuan tersebut yaitu  untuk berbagi pengetahuan mengenai Kota Layak Anak baik di Jakarta, Taipei, dan Jepang.

Kunjungan Mahasiswa dari Waseda University, Jepang

Pertemuan diawali dengan pemaparan terkait Kota Layak Anak di Jakarta yang tertuang dalam dokumen desain besar Kota Layak Anak oleh perwakilan Sekretariat Jakarta Berketahanan. Paparan tersebut menjelaskan mengenai definisi Kota Layak Anak dan program Kota Layak Anak di Jakarta yang telah dilaksanakan sejak tahun 2015. Desain besar Kota Layak Anak disusun melalui kolaborasi antar pemangku kepentingan di Jakarta sebagai komitmen untuk memastikan pemenuhan hak dan perlindungan anak. Dalam desain besar Kota Layak Anak memuat cluster-cluster untuk memenui hak-hak anak. Beberapa hal yang telah dilakukan untuk mengimplementasikan program Kota Layak Anak adalah dengan membuat kebijakan, pembangunan ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) serta mengikusertakan Forum Anak dalam proses perencanaan.

Paparan kedua dari Dinas PPAPP mengenai kebijakan dan program Kota Layak Anak di Jakarta. Kebijakan dari Dinas PPAPP dibuat berdasarkan dokumen desain besar Kota Layak Anak. Beberapa program yang telah dilakukan diantaranya yaitu : (a) call centre 112 sebagai pusat pelaporan masalah; (b) pembangunan 12 pos pengaduan dengan 2 psikolog disetiap lokasi (RPTRA dan Rusunawa); (c) program 70 Sekolah Ramah Anak; (d) Forum Anak Jakarta; (e) Puskesmas Ramah Anak; (f) pemenuhan hak sipil. Paparan dilanjutkan oleh pihak Waseda University mengenai Kota Layak Anak di Taipei dan Jepang. Paparan berisi mengenai latar belakang pemilihan Indonesia sebagai lokasi kunjungan serta memaparkan mengenai permasalahan anak-anak Jepang. Namun dibalik permasalahan tersebut ada 3 (tiga) kota yang cukup memperhatikan hak-hak anak di Jepang yaitu Kawasaki, Nisuka, dan Chiba. Secara umum, Jepang memiliki tantangan untuk mengembangkan program Kota Layak Anak yaitu anak-anak dapat menuntuut hak pribadi tanpa melihat pertimbangan sosial. Pemerintah Jepang telah menyadari bahwa pentingnya regenerasi untuk keberlanjutan masa depan Jepang melalui pemenuhan hak-hak anak. Kunjungan tersebut diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi masing-masing pihak.

Show More

Related Articles