BeritaJakarta BerketahananKegiatan

Menjadi Pembicara dalam Diskusi Indikator Kota Tangguh Bencana dan Perubahan Iklim

Jakarta, 30 Juli 2018

Pemaparan oleh Sdri. Tri Mulyani Sunarharum Program Manager Jakarta Berketahanan

Jakarta Berketahanan berkesempatan menjadi pembicara dalam kegiatan diskusi indikator Kota Tangguh Bencana dan Perubahan Iklim yang diadakan oleh KARINA (Caritas Indonesia). Kegiatan tersebut terdiri dari rangkaian diskusi yang bertujuan untuk mendapatkan rumusan indikator Kota Tangguh Bencana dan Perubahan Iklim yang akan digunakan untuk mengukur sebagian dari capaian SDGs dan NUA.

Diskusi ini terdiri dari 2(dua) sesi dan 6(enam) pembicara. Pada sesi pertama mengulas tentang kota tangguh bencana dari sisi pemerintahan, dengan pembicara :

  1. Direktorat Daerah Tertinggal, Transmigrasi, dan Perdesaan, BAPPENAS, dengan materi  “Konsep Kebijakan Nasional PRB untuk Mendukung Kota Tangguh 2015-2045”.
  2. Direktorat Pengurangan Risiko Bencana, BNPB, dengan maeri “Indikator Kota Tangguh Bencana”.
  3. Direktorat Kawasan Perkotaan, Kementerian Dalam Negeri, dengan materi “Pelayanan Perkotaan Berdasarkan Aspek Tipologi Perkotaan”.

Pada sesi kedua, pembahasan kota tangguh bencana dari sisi lembaga non pemerintah, dengan pembicara :

  1. Partners for Resilience Indonesia, dengan materi “usulan Indikator Kota Tangguh dari perspektif Pengelolaan Risiko Terpadu”.
  2. Mercy Corps – ACCRN, dengan materi “pelasksanaan Indikator Kota Tangguh Perubahan Iklim”.
  3. Sekretariat Jakarta Berketahanan, dengan materi “Penerapan Indikator Kota Tangguh di Jakarta, termasuk keterlibatan sektor swasta”.

Rangkuman dari kedua sesi diskusi tersebut adalah bahwa dalam penyusunan indikator kota tangguh bencana dan perubahan iklim, hal yang dilakukan adalah :(1) Consolidated indicators, (2) Contextualize, (3) Regionalize, (4) Globalize, (5) Localize, (6) Standardize, (7) Simplified.

Diharapkan diskusi tersebut memberikan hasil, yaitu :

  1. Informasi tentang indikator terkait dengan pencapaian Kota Tangguh bencana dan perubahan iklim dari berbagai kementrian/lembaga dan lembaga non-pemerintah, termasuk sektor swasta,
  2. Usulan draft indikator untuk Kota Tangguh dalam rangka pencapaian SDGs dan NUA, serta rencana pembangunan nasional Indonesia yang dituangkan dalam “Kota Berkelanjutan 2045”.
Show More

Related Articles