BeritaJakarta BerketahananKegiatan

Diskusi terkait Program Kerjasama Penanganan Penurunan Muka Tanah di DKI Jakarta

Jakarta, 25 Juli 2018

Tim Jakarta Berketahanan mengikuti agenda diskusi terkait Program Kerjasama Penanganan Penurunan Muka Tanah di DKI Jakarta bertempat di Ruang Rapat II Kantor Deputi Gubernur bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup. Pertemuan dipimpin oleh Deputi Gubernur bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Diskusi ini dihadiri oleh perwakilan dari Kedutaan Besar Amerika dan U.S Agency for International Development(USAID) serta perwakilan dari  SKPD terkait yaitu Dinas Energi Dan Sumber Daya Mineral, Dinas Lingkungan Hidup, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Biro Penataan Kota dan Lingkungan Hidup, Biro Perekonomian DKI Jakarta dan staf Sekretariat Jakarta Berketahanan. Tujuan pertemuan tersebut terkiait dengan  penyusunan persiapan kedatangan pakar pengamanan air, tanah dan bangunan dari Amerika Serikat terkait kerjasama Pemprov DKI Jakarta dengan Kedutaaan Besar Amerika Serikat dan USAID dalam mengatasi penurunan muka tanah di DKI Jakarta

Diskusi terkait Program Kerjasama Penanganan Penurunan Muka Tanah di DKI Jakarta

Beberapa hal yang dibahas dalam agenda pertemuan tersebut diantaranya adalah Persiapan kedatangan Jeffrey Dublin selaku pakar keamanan air, tanah, dan bangunan dari Amerika Serikat direncanakan datang pada tanggal 1-5 Oktober 2018. Selain itu Pemprov DKI Jakarta akan melakukan persiapan terkait kedatangan pakar yaitu : (a) menyiapkan data terkait kondisi air tanah diDKI Jakarta; (b) undangan untuk SKPD dan pemangku kepentingan terkait.

Pemabahasan terkait kondisi terkini penurunan air tanah menunjukkan data dari titik pantau bahwa lokasi titik pantau belum berdasarkan kondisi geologi dan cekungan air tanah. Kedeputian Gubernur TRLH telah menginisiasi penyusunan desain besar pengelolaan air tanah di DKI Jakarta pada tahun 2016, dengan beberapa hal penting yaitu : (a) pemetaan sumur produksi; (b) pemetaan potensi air tanah di DKI Jakarta dan sekitarnya; (c) review lokasi sumur pantau yang terlatak setidaknya 4000 titik terdaftar. Informasi terkait dengan praktek ungulan di kota lain yaitu Kota Salatiga terkait pembuatan sumur resapan guna konservasi sumber mata air dinilai lebih efektif. Dari hasil diskusi  tersebut tim Jakarta Berketahanan dan Kedeputian Tata Ruang akan menunggu data dari pihak USAID terkait daftar pertanyaan dari pakar kepada Deputi Gubernur TRLH untuk diteruskan ke SKPD.

 

Show More

Related Articles