Jakarta BerketahananKegiatanTata Ruang

Menghadiri Kegiatan Pembentukan Tim Koordinasi Daerah dan Penyusunan Rencana Aksi Daerah SDGs

Jakarta, 18 Juli 2018

Tim Jakarta Berketahanan menghadiri kegiatan Pembentukan Tim Koordinasi Daerah dan Penyusunan Rencana Aksi Daerah SDGs bertempat di Ruang Balai Agung, Gedung B, Provinsi DKI Jakarta. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta, perwakilan unsur Pemerintah Pusat, perwakilan unsur SKPD Provinsi DKI Jakarta, berbagai unsur non-pemerintah dan tamu undangan sekitar kurang lebih 150 orang. Tujuan kegiatan tersebut adalah untuk mendapatkan arahan Gubernur DKI Jakarta dalam rangka Pembentukan Tim Koordinasi Daerah dan Penyusunan Rencana Aksi Daerah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals , bertempat di Balai Agung DKI Jakarta.

Pembukaan acara oleh Gubernur DKI Jakarta
Agenda Penandatanganan Deklarasi Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals di Provinsi DKI Jakarta oleh perwakilan instansi pemerintah dan non pemerintah.

Dalam kegiatan tersebut adalah pembukaan acara oleh Gubernur DKI Jakarta serta penandatanganan deklarasi Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals di Provinsi DKI Jakarta oleh perwakilan instansi pemerintah dan non pemerintah. Agenda kedua yaitu pemaparan materi oleh Perwakilan Sekretariat SDGs Nasional, yaitu Ibu Nina Sarjunani.

Pemaparan Materi oleh Perwakilan Sekretariat SDGs Nasional

Pemaparan materi oleh Ibu Nina Sarjunani yang menjelaskan terkait beberapa hal penting, yaitu mengenai Rencana Aksi Nasional yang disesuaiakan dengan Prinsip Universal SDGs yang bertujuan untuk kemajuan semua bangsa yaitu 5 P (planet, people, prosperity, peace, partnership). Selain itu dijelaskan mengenai peluncuran program SDGs oleh PBB pada tanggal 25 September 2015 dengan 17 tujuan, 169 target, dan 241 indikator sebagai penyempurnaan dari program MDGs yang hanya memiliki 8 tujuan, 18 target, dan 67 indikator. Program SDGs dijadikan sebagai komitmen global untuk menciptakan kesejahteraan bersama. Pada tanggal 8 Juli 2018 telah dikeluarkan penambahan jumlah indikator SDGs oleh PBB yaitu menjadi 244 indikator.

Penjelasan mengenai kunci utama SDGs yaitu “No one left behind” dengan pemfokusan tujuan menlalui 4 pilar pembangunan yaitu Pilar Pembangunan Sosial, Ekonomi, Lingkungan, serta Hukum dan Tata Kelola menjadi fokus Nasional yang dituangkan melalui Komitmen Indonesia terhadap SDGs melalui Perpres No.59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang kemudian diselaraskan dalam perumusan Nawacita Presiden RI dan diterjemahkan dalam RPJMN 2015 – 2019. Hal tersebut sesuai juga dengan hasil penyelarasan Visi dan Misi Gub/Wagub DKI Jakarta dengan Dimensi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan menurut Perpres No.59 Tahun 2017 yang telah sesuai dalam beberapa hal utama yaitu menjaga keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat, menjaga kualitas lingkungan hidup, serta meningkatkan pembangunan yang inklusif.

Dalam pemaparannya tersebut Ibu Nina menjelaskan sedang dilakukan rencana proyeksi pencapaian SDGs Indonesia sedang melalui tahap koordinasi oleh BAPPENAS, BPS, dan akademisi dikarenakan adanya tantangan penyediaan data SDGs di Indonesia. Bersama dengan hal tersebut dipaparkan juga terkait dengan hasil pemertaan SDGs Centre UNPAD menjelaskan bahwa masih adanya tantangan bagi DKI Jakarta terkait dengan tujuan nomor 3, 5, 10, 11, 12, 13, dan 16. Isu utama yang harus ditangani yaitu terkait dengan gender, kesenjangan dan lingkungan.

Berdasarkan beberapa hal tersebut Tim Jakarta Berketahanan akan mengisi draft surat resmi dan tabel penyelesaian penyusunan RAD yang disediakan oleh SDGs Centre DKI Jakarta melalui laman sdgs.jakarta.go.id dan akan mengirimkan draft surat resmi dan tabel penyelesaian penyusunan RAD sebelum tanggal 25 Juli 2018.

 

Show More

Related Articles