Jakarta BerketahananKegiatanLingkungan HidupTata Ruang

Audiensi Yayasan IBU terkait Fasilitasi Advokasi Kebijakan Alat Monitoring Ketahanan Kota yang Berpusat Pada Anak dan Orang Muda

Jakarta, 18 Mei 2018
Pada hari Jumat tanggal 18 Mei 2018, Deputi Gubernur DKI Jakarta bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup menerima Audiensi dari pihak Yayasan IBU untuk Fasilitasi Advokasi Alat Monitoring. Pada pertemuan audiensi tersebut, juga turut dihadiri oleh Sekretariat Jakarta Berketahanan yang mendampingi dan memasilitasi pihak Yayasan IBU dalam proses audiensi bersama Deputi Gubernur bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup.

WhatsApp Image 2018-05-23 at 12.19.43 PM (1) WhatsApp Image 2018-05-23 at 12.19.43 PM

Pada kesempatan tersebut, pihak Yayasan IBU menyampaikan beberapa hal kepada Deputi Gubernur bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup terkait dengan beberapa proyek dan program yang sedang dijalankan bersama dengan pihak Plan International Indonesia dan para mitra. Beberapa produk yang telah dihasilkan oleh Yayasan IBU bersama mitra, antara lain seperti: Bank Sampah yang ada di Kelurahan Klender oleh REBANA, Pembuatan Peta Interaktif Risiko Bencana Berbasis Komunitas untuk kebakaran dan banjir di 4 (empat) kelurahan dampingan, dan perumusan indikator ketahanan kota yang berpusat pada anak dan orang muda.  Selain itu, juga turut dijelaskan bahwa akan diselenggarakan Focus Group Discussion (FGD) pada hari Kamis tanggal 24 Mei 2018 di Kelurahan dan Provinsi.

WhatsApp Image 2018-05-23 at 12.19.44 PM

Beberapa arahan dari Deputi Gubernur DKI Jakarta bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup terkait dengan program yang dibawa oleh Yayasan IBU tersebut adalah:

  1. Perlu dilihat produk-produk yang telah dihasilkan tersebut sangat bagus jika kemudian yang dibawa/pengarusutamaan kegiatan adalah terkait dengan konteks kebencanaan.
  2. Pihak Yayasan IBU dan para mitra perlu mengaitkan konsep yang dibawa dengan konsep yang telah dikembangkan oleh Kedeputian Tata Ruang dan Lingkungan Hidup dan terkait dengan Jakarta Berketahanan. Dalam hal ini, perlu dicari irisan/keterkaitan antara indikator ketahanan kota yang berpusat pada anak dan orang muda yang dibawa oleh Yayasan IBU/Child-Centered Urban Resilience Framework (CCURF) dengan Desain Besar Kota Layak Anak dan Desain Besar Pengurangan Bencana Berbasis Komunitas (PBBK).
  3. Selanjutnya, karena Desain Besar merupakan sebuah konsep, maka antara Desain Besar dengan CCURF tidak dapat disamakan, namun perlu dilihat ke indikator yang digunakan dan perlu disaring mana saja indikator yang terkait dengan konteks kebencanaan, misalnya untuk Desain Besar Kota Layak Anak, terdapat indikator-indikator yang telah dirumuskan, maka perlu dilihat indikator mana saja yang terkait dengan konteks kebencanaan.
  4. Semua indikator yang kemudian dirumuskan tersebut kemudian akan menjadi masukan/penyumbang untuk Jakarta Berketahanan.

Adapun tindak lanjut yang harus dilaksanakan dari kegiatan Audiensi tersebut, antara lain: (i) Pihak Yayasan IBU perlu menyelenggarakan pertemuan lanjutan dengan para SKPD terkait sebagai persiapan FGD pada hari Kamis tanggal 24 Mei 2018. Oleh karenanya, perlu dibuat surat resmi yang ditujukan kepada Deputi Gubernur bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup terkait Rapat Persiapan FGD Advokasi Kebijakan Alat Monitoring tersebut; (ii) Dalam pertemuan tersebut, sekaligus dibahas mengenai konsep yang dibawa kepada para pemangku kepentingan terkait (termasuk yang menyusun Desain Besar terkait), serta sebagai persiapan untuk pelaksanaan FGD di Kelurahan/Provinsi yang telah direncanakan sebelumnya.

Show More

Related Articles